Konstruksi Hukum Sanksi Dwangsom Dalam Putusan Nafkah Di Peradilan Agama Melalui Argumentum A Contrario

  • Dr. Sam'ani, M.Ag IAIN Pekalongan

Abstract

Kajian ini diilhami oleh beberapa penelitian di beberapa Peradilan Agama yang terkait dengan efektifitas pelaksanaan putusan nafkah istri dan anak pasca perceraian. Beberapa penelitian berkesimpulan bahwa putusan nafkah istri dan anak pasca perceraian menjadi illusoir karena tidak mempunyai daya paksa dan tidak ada sanksi hukum apapun. Permohonan eksekusi sebagai upaya hukum berikutnya juga banyak mengalami kendala karena adanya syarat formal yang sulit dipenuhi. Tujuan utama kajian ini adalah untuk mencari solusi yuridis yang dapat membantu mengoptimalkan eksekusi putusan nafkah istri dan anak agar benar-benar dilaksanakan oleh suami secara sukarela sekaligus meminimalisir fenomena putusan hakim yang illusoir, yakni dengan tawaran penerapan lembaga dwangsom (uang paksa). Kajian ini akan mengungkap tiga masalah pokok yaitu : 1). Bagaimana dasar penerapan lembaga dwangsom di lingkungan Peradilan Agama, 2). Jenis putusan apa saja yang bisa dijatuhkan hukuman dwangsom di lingkungan Peradilan Agama, 3). Bagaimana bentuk konstruksi sanksi dwangsom dalam putusan nafkah istri dan anak di Peradilan Agama.Hasil dari kajian ini menegaskan tiga hal yakni : 1). Meskipun ketentuan lembaga dwangsom hanya ada di Rv. namun dapat diterapkan di dalam praktek peradilan di Indonesia termasuk di lingkungan Peradilan Agama. Hal ini didasarkan atas yurisprudensi Mahkamah Agung tanggal 7 Mei 1967 Nomor:  38  K/SIP/1967  dan pendapat para pakar hukum, 2). Seluruh perkara dalam kompentensi absolut Peradilan Agama yang putusannya bersifat condemnatoir baik di bidang perkawinan, harta bersama, waris, wasiat,  hadhanah, hibah, wakaf, maupun di bidang ekonomi syariah, kesemuanya dapat dijatuhi hukuman dwangsom kecuali  terhadap  putusan  hakim  dalam  perkara-perkara tersebut yang hukuman pokoknya berupa pembayaran sejumlah uang, 3). Putusan nafkah istri dan anak merupakan salah satu bentuk hukuman “pembayaran sejumlah uang†sehingga pada dasarnya tidak dapat dijatuhkan hukuman dwangsom. Namun demikian secara yuridis dwangsom dalam putusan nafkah bisa dijatuhkan melalui konstruksi hukum argumentum a contrario.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-01-30
How to Cite
Sam’ani, M.Ag, D. (2018). Konstruksi Hukum Sanksi Dwangsom Dalam Putusan Nafkah Di Peradilan Agama Melalui Argumentum A Contrario. JURNAL HUKUM ISLAM, 15(1), 1-19. https://doi.org/10.28918/jhi.v15i1.860
Section
Artikel
Abstract viewed = 10 times
pdf downloaded = 0 times